Go To Palu

Berawal dari sebuah surat edaran yang masuk ke sekretariat kami pada tanggal 02 April 2012, yang berisikan undangan untuk mengikuti Lomba Cross Country (LCC) ke VII tingkat Nasional, dan di prakarsai oleh LLP WANAGAUL INDONESIA yang bekerja sama dengan Balai Besar Taman Nasiaonal Lore Lindu kota Palu – Sulteng, serta Rei outdoor Gear sebagai sponsor resmi kegiatan LCC VII Tingkat Nasional ini, merupakan kegiatan yang nantinya akan menjadi pengalaman – pengalaman baru bagi kami (tim) atau anggota yang berangkat dan organisasi kami (HIMAPASTI) pada khususnya.

Sejatinya, tim yang akan berangkat mengikuti lomba yang diadakan pada tanggal 11 – 15 April 2012 ini berjumlah 2 tim, dengan satu tim berisikan 3 anggota. Lantaran sulitnya penyesuaian jadwal yang memang bertabrakan dengan ulangan tengah semester (UTS) di kampus kami, jadilah hanya 1 tim saja yang berangkat mengikuti LCC ke VII Tingkat Nasional ini.

Tim yang terdiri dari :

  • Agung Haribowo (sitong)               NIA : 09.17.124.139
  • Tulus Hajianto (tulit)                       NIA : 09.17.126.141
  • Saleh Abdul Wahab (simo)            NIA : 09.17.127.142

Merupakan anggota yang sudah tidak aktif lagi di kepengurusan organisasi HIMAPASTI dan perkuliahan lagi, maka jadilah kami ber-tiga yang berangkat ke kota Palu – Sulsel guna mengikuti Lomba Cross Country ke VII tingkat Nasional ini.

07 – 04 – 2012

Dengan segala persiapan yang dirasa cukup (standart pendakian) + mental dan materi tentunya, tim HIMAPASTI memulai perjalanan dari bandara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 05.00 WIB, sembari menunggu keberangkatan pesawat yang di jadwalkan Take offpukul 06.30 WIB menuju bandara Internasional Sultan  Hassanudin kota Makassar. Pesawat yang ditumpangi tim berangkat pukul 06.30 WIB dan sampai di kota Makassar pukul 07.45 WIB atau 08.45 WITA. Sesampainya di kota Makassar tim beristirahat mencari sarapan dahulu guna persiapan perjalanan selanjutnya.

Perjalanan selanjutnya di tempuh oleh tim melalui jalur darat menggunakan bus antar provinsi menuju kota Palu, dengan kekosongan waktu yang ada sembari menunggu keberangkatan bus yang terjadwal pukul 17.30 WITA , tim menngunakannya untuk belanja keperluan logistik dan kesehatan yang akan  digunakan pada saat acara lomba nanti.

17.30 WITA, bus yang digunakan tim berangkat menuju kota Palu, dengan jalur yang tak begitu baik / penuh dengan lobang dan berkelok – kelok serta naik turun, perjalanan dirasakan begitu lama dan sangat tidak menyenangkan. Bus berhenti pukul 02.00 WITA untuk beristirahat di rumah makan di kab. Polewali, kemudian baru berangkat kembali menuju kota Palu sekitar pukul 02.45 WITA sampai keesokan paginya, bus baru kembali berhenti selama 30 menit di terminal Simbuang kab. Mamuju – Sulteng pada pukul 06.30 WITA. Perjalanan berlanjut lagi sampai berhenti sampai pada pukul 10.00 WITA di rumah makan yang masih daerah Mamuju bagian barat selama ± 1 jam, lalu bus kembali bergerak melanjutkan perjalanan dan kembali berhenti di daerah kab. Pasang kayu pasa pukul 15.00 WITA selama ± 30 menit, istirahat kali ini merupakan istirahat terakhir kalinya bus selama perjalanan menuju kota Palu. Setelah perjalanan yang melelahkan dalam bus selama ± 23 jam, barulah tim mengijakkan kaki untuk pertama kali di terminal Tipo di kota Palu pada pukul 17.50 WITA tanggal 08 – 04 – 2012.

Segera setelah beberapa saat bus yang ditumpangi tim sampai di kota Palu, tim sudah menerima jemputan dari kawan – kawan LLP WANAGAUL INDONESIA selaku panitia LCC VII tingkat nasional ini. Tim diantar menuju sekretariat WANAGAUL guna melengkapi registrasi untuk kepentingan lomba dan beristirahat. Acara ramah tamah pun berlanjut, sambutan kawan – kawan WANAGAUL begitu hangat kepada tim, begitupun sambutan dari kawan – kawan MAPALA SANTIGI Univ. Tadulako yang sekretariatnya menjadi tempat tim untuk menginap malam pertama di kota Palu.

09 – 04 -2012

Teknikal meeting (TM) acara LCC VII 2012 dilakukan pada pukul 15.00 WITA di LPMP (Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan) yang berada di jalan Dr. Soetomo kota Palu. TM diikuti oleh sekitar 150 tim yang berasal dari berbagai daerah di pulau Sulawesi, yang artinya diikuti oleh sekitar 450 peserta yang mengikuti LCC VII kali ini. TM yang berlangsung memakan waktu hampir 3 jam (15.00 – 17.45 WITA). Dan setelahnya tim segera menuju ke tempat penginapan yang telah disediakan oleh panitia sebagai fasilitas untuk para peserta lomba, yang masih satu lokasi dengan tempat diadakannya TM. Tanggal 09 – 10 April 2012 tim tidak banyak melakukan aktivitas selain beristirahat di penginapan dan mencari logistik untuk kegiatan lomba besok.

11 – 04 – 2012

Pukul 07.00 WITA, tim sudah bersiap untuk mengikuti acara pembukaan dan pelepasan para peserta LCC tingkat nasional di halaman kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu kota Palu. Pukul 10.00 WITA acara pembukaan LCC dimulai, acara dibuka oleh kepala kantor Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu dan diikuti oleh seluruh peserta LCC beserta offisial dan panitia LCC VII tingkat nasional ini. Acara berlangsung selama 2 jam (10.00 – 12.00 WITA). Langsung setelah acara pembukaan dan pelepasan peserta LCC selesai, para peserta termasuk juga tim berangkat menuju lokasi lomba yang berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu kab. Poso – Sulteng. Perjalanan berlangsung selama ± 5 jam dari kota palu (12.00 – 17.00 WITA). Segera setelah sampai lokasi, tim menuju tempat untuk mendirikan tenda di pinggiran danau Tambing Taman Nasional Lore Lindu.

12 – 04 -2012

Pukul 04.45 – 06.00 WITA tim bangun dan melakukan aktifitas (packing + cleaning area + masak makan) untuk persiapan lomba, pukul 06.00 WITA setelah tim siap, panitia melakukan cek perlengkapan dan penilaian dari kelengkapan peralatan yang di bawa oleh tim (penilaian berdasarkan perlengakapan dan peralatan standart pendakian). Pukul 06.30 WITA, tim melakukan start lomba cross country. Dari informasi yang diterima oleh tim pada peta topografi Taman Nasional Lore Lindu, tim akan menuju etape pertama sekitar 4 karvac pada peta 1 : 50.000, dan perjalanan menuju etape tersebut melewati 5 pos yang telah di sediakan oleh panitia.

Jarak yang ditempuh tim dari lokasi start lomba menuju pos 1 ± sekitar 2,5 jam (06.30 – 09.10 WITA) dengan jalur tanjakan 45° tingkat kemiringannya. Setelahsampai di pos 1, tim beristirahat selama 15 menit. Pukul 09.25 WITA tim melanjutkan perjalanan menuju pos 2, perjalanan di tempu hselama 3 jam, masih dengan jalur yang menanjak. Tim baru sampai di pos 2 (puncak dingin 2.200 mdpl) pada pukul 12.30 WITA,sesaat sebelum beristirahat tim melakukan upacara ala organisasi HIMAPASTI (menyanyikan lagu syukur), kemudian tim beristirahat ± selama 15 menit. Pukul 12.45 WITA tim kembali melanjutkan perjalanan menuju pos 3, jalur menuju pos 3 merupakan jalur yang cukup unik, selain sebagai tempat hidup habitat primata terkecil di dunia (tarsius), disepanjang jalur ini pun tim sering menemukan Flora yang langka dan dilindungi, yaitu tumbuhan Kantong Semar.selain itu, jalur ini juga disebut sebagai “Istana Lumut”, karena memang seluruh hutan di kawasan jalur kali ini tertutup oleh lumut setebal ± 5cm (baik pohon maupun jalannya). Pohon yang tumbuh di hutan kawasan Istana lumutini pun umumnya tak terlalu tinngi dan berdaun jarang.

Istana lumut ini dilalui tim selama lebih dari 2 jam, dalam perjalanan tim harus sedikit bersusah payah karena jalur yang dilewati sedikit terjal dan licin, dengan tingkat kemiringan lebih tinggi dari pada jalur – jalur sebelumnya, sehingga tim perlu menggunakan alat safety seperti webbing.

Pukul 15.00 WITA timsampai di pos 3 yang tak lain adalah Puncak Rore Katimbu, puncak ini adalah puncak kedua yang di lewati oleh tim, dengan ketinggian 2.400 mdpl. Di puncak ini timjuga melakukan upacara seperti di Puncak dingin sebelumnya. Setelahnya tim beristirahat selama 15 menit, kemudian kembali melanjutkan perjalanan menuju ke pos 4. Perjalanan menuju pos 4 di tempuh tim selama ± 1 jam. Di pos 4 ini tim tidak beristirahat selain hanya menunjukan kartu control peserta kepada panitia, sama seperti di pos – pos sebelumnya.

Tim kembali berjalan menuju ke pos 5, dengan estimasi waktu ± 1,5 jam, melalui medan turunan. Tim sampai di pos 5 pada pukul 17.10 WITA, di pos ini tim beristirahat selama 10 menit kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju etape pertama. Perjalanan menuju etape pertamaini di tempuh tim selama 15 menit, dan tim masuk ke etape awal ini pukul 17.45 WITA, sesudahnya tim langsung mencari tempa tuntuk membangun tendadan beristirahat. Tak banyak kegiatan yang dilakukan tim selain kegiatan memasak dan beristirahat karena perjalanan yang cukup lama danberat.

13 – 04 – 2012

Pukul 05.00 WITA tim bangun pagi dan melakukan aktifitas MCK + masak + packing serta cleaning area untuk bersiap kembali melanjutkan acara LCC VII ini. Akan tetapi, lomba urung dilaksanakan karena banyak kawan – kawan peserta yang tidak mau melanjutkan perjalanan karena melihat sedikitnya para peserta yang baru masuk ke etape awal. Situasi pun agak memanas karena perdebatan antara panitia yang memaksakan untuk peserta tetap berangkat, dengan perwakilan dari peserta yang tak mau melanjutkan lomba sebelum para peserta lainnya sampai di etape ini. Hal inilah yang akhirnya menjadi awal hancurnya acara LCC ke VII Tingkat Nasional ini. Tim pun tak banyak berbuat apa – apa selain mengikuti alur (maklum bukan negeri sendiri).

Setelah perdebatan yang panjang antar panitia pelaksana dengan seluruh peserta yang bersikeras tetap tak mau melanjutkan lomba kali ini, dengan dalih (SOLIDARITAS). Maka pukul 14.00 WITA, lomba lanjutan pun resmi DIBATALKAN.

Tim pun kembali menuju tempat start lomba dan sampai di start awal lomba pukul 18.30 WITA, segera setelah sampai tim membangun tenda dan menunggu keputusan lebih lanjut dari panitia pelaksana lomba. Akhirnya panitia lomba memutuskan bahwa perhitungan penilaian pemenang lomba berdasarkan tim yang duluan sampai di etape awal tadi.

14 – 04 – 2012

Setelah istirahat yang cukup, tim bangun pukul 06.00 WITA, tak banyak yang dilakukan tim selain membaur dengan kawan –kawan pecinta alam lainnya.

Akan tetapi acara pun masih berlanjut dengan talk show dan sharing pengalaman dari bintang tamu lomba ini, yaitu Djukardi atau biasa di panggil kang Bongkeng selaku bintang tamu dari senior WANADRI INDONESIA, serta Riani Djangkaru mantan presenter jejak petualang trans7. Dengan materi “Safety hiking & Jungle Survival” yang diisi oleh Djukardi (Bongkeng) selaku pembicara, dan “Kekayaan Laut Indonesia” oleh Riani Djangkaru sebagai pembicara. Pukul 20.00 WITA, acara selajutnya adalah “Reggae Night party” yaitu malam keakraban para peserta lomba. Acara berlangsung begitu hangat dan meriah tanpa terasa hingga pukul 03.00 WITA dini hari. Setelahnya tim kembali untuk beristirahat.

15 – 04 – 2012

Tim bangun pukul 06.30 WITA, untuk MCK + packing + cleaning area. Setelahya tim mengikuti sesi acara penutupan LCC ke VII Tingkat Nasional ini dan pengumuman pemenang lomba (walaupun tim belum beruntung menjuarai lomba ini, tetapi banyak pengalaman dan pengetahuan baru yang di dapat tim). Acara penutupan ini berakhir pukul 11.00 WITA, setelahnya tim beserta para peserta lomba lainnya meninggalkan kawasan lomba ini menuju kota Palu. Perjalanan di tempuh selama hampir 4 jam, tim diantar menuju penginapan yang di fasilitasi oleh panitia untuk kembali beristirahat.

16 – 04 – 2012

Tidak banyak yang dilakukan tim selain bersosialisasi dengan kawan – kawan pecinta alam yang ada di kota Palu..

17 – 04 – 2012

Pukul 10.00 WITA, tim kembali menuju kota Makassar lewat jalur darat yang ditempuh selama ± 23 jam.

18 – 04 – 2012

Pukul 09.00 WITA, tim sampai di kota Makassar dan menginap satu malam di sekretariat MAPALA 09 Univ. Sultan Hassanuddin Makassar.

19 – 04 – 2012

Pukul 14.45 WITA, tim berangkat menuju kota Surabaya melalui jalur udara dan sampai pada pukul 15.05 WIB di bandara Juanda, Surabaya. Pukul 15.30 WIB, tim dijemput oleh saudara – saudara HIMAPASTI lainnya menuju sekretariat.

SELESAI

 

Share

Kerukunan dalam Rujak Manis

Hari Selasa 7 februari 2012 para anggota HIMAPASTI yang biasa berkumpul di sekret, dan agenda hari ini pukul 10.00 bersih bersih sekret karena habis di cat ulang dan di perbaiki yang gag valid, disini para anggota sibuk menata ulang barang sekret dan mengarsipkan dokumen dokumen kesekretariatan. meskipun sibuk bersih bersih tak luput canda tawa para anggota untuk mencairkan rasa capek dan penat, meskipun guyonannya nggak seberapa penting tapi bisa bisa membuat semua merasa senang dan melupakan rasa capek. dan tidak terlupakan juga yang selalu menemani yaitu musik yang selalu diputar dan itu pun berganti sesuai genre, dikerenakan di HIMAPASTI berkumpul berbagai ragam budaya dan daerah antara lain : Gresik, Surabaya, Makasar, Ponorogo, Kediri, Kalimantan, Ambon, Flores dan itu semua menyukai lagu daerahnya sendiri-sendiri. Tapi semua itu yang membuat kerekatan dan kerukunan kita menjadi semakin erat dan solid. Sehabis bersih-bersih pastinya istirahat sejenak dengan ke-vakuman masing-masing terlintas dalam benak salah satu anggota HIMAPASTI untuk membeli Rujak Manis, dengan cuaca yang amat panas dan waktunya yang siang juga sangat tepat rasanya untuk mengkonsumsi Rujak Manis, meskipun belinya amat jauh di Polisi Istimewa, Darmo, Surabaya. dengan semangat mengebu-gebu berangkatlah dua anggota membeli Rujak Manis di Polisi Istimewa dengan berkendaraan Honda Astrea Prima yang setia menemani perjalanan….hehehehe :D
Memulai makan Rujak Manis bersama dengan kerukunan dalam Rujak Manis membentuk kesolidaritasan, kerukunan dan kekompakan dalam berbagi sesama anggota, dengan menikamati Rujak Manis masih tetap juga dengan canda tawa dan saling rebutan buahnya yang tak pernah lepas dari keseharian kumpulnya anggota HIMAPASTI. demikian agenda HIMAPASTI saat ini semoga kerukunan terus terjaga dan kompak selalu, HIMAPASTI…HIMAPASTI…HIMAPASTI…

Share

Arjuno – Welirang, Jalur Kebun Teh, Malang.

Sejenak Lepas Penat

Beginilah ekpresi yang tergambar diraut muka para anggota HIMAPASTI, ketika memiliki kesempatan untuk beristirahat. Foto ini diabadikan saat jeda waktu makan siang, ketika perjalanan akan dilanjutkan menuju Pos selanjutnya, yaitu Maha Pena. Dalam foto ini membuktikan bahwa sebagian besar anggota HIMAPASTI sangat menikmati pendakian Arjuno – Welirang melalui Kebun Teh Malang.Pendakian ini membawa banyak sekali cerita unik, menyebalkan, lucu, tragedi bahkan kisah romantisme yang terjalin di antara kita sebagai anggota HIMAPASTI. Untuk kisah unik : kisah dimana para anggota yang melakukan survei jalur diharuskan minum air yang bercampur dengan larva nyamuk, sehingga dengan terpaksa harus mem-filter-nya menggunakan kain. Kisah lucu : Karena sepanjang perjalanan harus menyediakan waktu khusus untuk anggota yang mengalami diare akut akibat sindrom naik gunung. Kisah romantis : Karena dari sinilah terjalin tali kasih diantara para anggota HIMAPASTI, bahkan ada yang berlanjut sampai ke pelaminan.

Semoga kita diberi kesempatan lagi untuk melakukan pendakian Arjuno – Welirang melalui jalur ini lagi. Sebenarnya banyak cerita seru lainnya, mungkin kesempatan bercerita tersebut dapat dilanjutkan oleh saudara-saudaraku lainnya.

Share

Ayo adakan ekspedisi lagi……!!

Image

Iseng – iseng liat arsip foto di laptop ternyata sudah lama tidak ada lagi update foto untuk pendakian ke gunung rinjani oleh kita. Yang aku punya malah pendakian yang dilakukan sahabat saya. Cuma tas carierku aja yang ikut mendaki ke sana he.he.he.. Apakah karena masalah lokasi yang jauh sehingga membuat kita enggan untuk menuju ke sana?? saya rasa sih tidak mungkin. kita pasti ingin banget pergi ke sana. mungkin sudah seharusnya kita membahas agenda-agenda yang pernah kita buat. Karena rasanya lebih mirip menjadi sebuah cita-cita dari kita daripada sekedar kata agenda buat kita. Akan menjadi hal yang membanggakan jika agenda perjalanan ini terwujud. Akan menjadi sebuah cerita yang bakal lama untuk diceritakan secara turun menurun ke generasi yang baru. Soal manajemen kegiatan sudah gak perlu diragukan hampir banyak dari anggota kita yang menguasainya. Tinggal usaha dari niat yang tulus yang belum kita jalankan. Padahal kalo kita rencanakan ulang agenda ini bukan hal yang mustahil bagi kita. sudah lama tidak lagi mendengar ada kata ekspedisi di dalam proker kita. dan sudah lama tidak ada ekspedisi baru yang kita laksanakan. Jadi buat apa kita berdiam diri lagi sekarang. Ayo kita lakukan ekspedisi lagi.

Mince (01.0980.95)

Share

Angkatan Diklatsar XV

Angkatan diklatsar ini sering disebut juga sebagai “Pandawa”, alasannya adalah karena jumlah anggotanya yang 5 orang, dan tidak seorangpun diantara mereka yang merokok.

Orang-orangnya adalah :

Danny Satya Pambudhi (Rasek)
No Sundel : xx

Rizal (Bonong)
No Sundel : xx

Rudyanto (Kucrut)
No Sundel : xx

Arseto Pramono (Cetok)
No Sundel : xx

Dihan Woro Pamungkas (Nijah)
No Sundel : xx

Share

Angkatan Diklatsar XVIII Tahun 2010

Para Anggotanya

Galih Kusuma Wardhana (KODAK)
No Sundel : 128

Tatit Adirasa (KUNCIR)
No Sundel : 129

Eko Arief Kurniawan (OPLET)
No Sundel : 130

Debi Prasetiyo (KEMPOT)
No Sundel : 131

Wirandha Ryan Pratama (OBLAK)
No Sundel : 132

Dani Avrisal (BETI)
No Sundel : 133

Mushardiyan (SUKET)
No Sundel : 134

Theresia Lorophati (MENTHOK)
No Sundel : 135

Nada Evi Tamara (MERI)
No Sundel : 136

Share

Angkatan Diklatsar XVI Tahun 2008

Angktan ini disebut-sebut juga generasi “naga”.

Para Anggotanya adalah

  1. Dedi Maulana (Mbah Suto Roto Nogo Sosro Suroto Mangku Dunyo Entek Limo Ketiban Boto Sedoso Langsung Sedo Mrongos Sdoyo)
    No Sundel : xx
  2. Ahmad Teguh (Mateko)
    No Sundel : xx
  3. Elistyowati (Jumintul)
    No Sundel : xx
  4. Dany Kurniawan (Batel)
    No Sundel : xx
  5. Dimas Akbar (Seger)
    No Sundel : xx
  6. Hamdi Rizal (Keplek)
    No Sundel : xx
  7. Adi Priyanto (Gambles)
    No Sundel : xx
  8. Tanwey Letwar (Towa)
    No Sundel : xx
  9. Firdaus Rahmat Hakiki (Monok)
    No Sundel : xx
Share

Struktur Organisasi HIMAPASTI Periode 2011/2012

Ketua Umum HIMAPASTI            : Galih Kusuma Wardhana ( KODAK )

Wakil Ketua                                  : Eko Arief Kurniawan ( OPLET )

Sekretaris                                     : Sendy Restu Putra ( LISA )

Bendhara                                      : Nada Evi Tamara ( MERI )

Divisi Mountenering                    :  Wirandha Riyan Pratama ( OBLAK )

Divisi Rock Climbing                   : Mushardiyan ( SUKET )

Divisi Sosial dan Lingkungan     : Wachid Hasyim ( CIRENK )

HUMAS                                         : Dani Avrisal ( BETI )

Sie Dana Usaha                           : Akbar Sudianto Sun ( SILO )

Sie Logistik                                  : Tatit Adirasa ( KUNCIR )

Share

Angkatan Diklatsar XVII Tahun 2009

Angktan ini disebut juga generasi “si*it”.

Para anggotanya adalah :

Sandi Restu Putra (Lisa)
No sundel : 122

Akbar Sudianto S. (Silo)
No sundel : 123

Agung Haribowo (Sitong)
No sundel : 125

Wachid Hasyim (Cireng)
No sundel : 125

Tulus Hajianto (Tulit)
No sundel : 126

Saleh Abdul Wahab (Simo)
No sundel : 127

Share